Setiap pagi, namamu menyapa di benakku sebelum cahaya matahari.
Aku menunggumu lewat layar, lewat suara, lewat kenangan yang entah dari mana datangnya.
Tapi tak pernah kukatakan secara langsung.
Bukan karena tak ingin, tapi karena takut kehilangan meski belum sempat memiliki.
Aku menyimpan semua rasa dalam diam.
Mengirim doa tanpa nama di setiap sujud malam.
Menuliskan namamu di langit-langit pikiranku,
tapi tak pernah berani mengucapkannya di dunia nyata.
Kau hadir seperti mimpi yang tak pernah berani aku bangunkan.
Cinta ini tak bersuara,
tapi ia hidup dan bernapas.
Ia ada di setiap detak jantungku saat melihatmu,
dalam setiap kalimat yang kutahan,
dalam setiap senyum yang hanya kau sebabkan.
Andai kamu tahu,
betapa banyak hal yang ingin kusampaikan.
Tentang bagaimana kehadiranmu bisa menyembuhkan,
tentang betapa kuatnya aku ingin bersamamu.
Tapi aku sadar, tidak semua rasa harus diucapkan.
Beberapa cinta ditakdirkan untuk tetap menjadi rahasia.
Dan aku memilih mencintaimu dari kejauhan,
dengan seluruh hatiku yang tak pernah lelah menunggu.
Kau mungkin tak akan tahu,
tapi semoga semesta menyampaikan bahwa ada hati
yang mencintaimu sepenuh nyawa, meski tak bisa bersamamu dalam kata-kata.
Karena kadang... mencintai dalam diam
adalah satu-satunya cara untuk tetap bisa bersamamu.

Komentar
Posting Komentar